Home » Berita Bola » Satria Tama Gemilang di SEA Games, Kontras dengan Klubnya

Satria Tama Gemilang di SEA Games, Kontras dengan Klubnya

Bolatidur – Satria Tama tampil baik di timnas Indonesia pada gelaran SEA Games 2017. Performa gemilang Tama berbanding terbalik dengan kondisi klubnya, Persegres Gresik United.

 

Tama mulai menunjukkan kepiawaiannya saat menjaga gawang Garuda Muda di laga melawan Vietnam. Ketika itu, Satria berhasil membuat empat penyelamatan penting sebelum digantikan Kurniawan Kartika Ajie karena cedera di babak kedua. Dalam laga tersebut, Vietnam yang tampil dominan dipaksa bermain imbang 0-0.

 

Satria kembali dimasukan sebagai starter saat menghadapi Malaysia di babak semifinal. Di laga tersebut kiper dari Persegres Gresik United tersebut lagi-lagi kembali tampil gemilang dengan mementahkan peluang dari Malaysia.

 

Namun, permainan oke Satria terpeleset di menit ke-85. Malaysia berhasil menjebol gawangnya lewat sundulan dan membuat Indonesia gagal melaju ke final.

 

Nah, di perebutan medal perunggu melawan Myanmar, Satria kembali tampil menjadi starter. Dia lagi-lagi mementahkan lebih dari lima tembakan lawan. Yang lebih gregetnya lagi, kiper 20 tahun itu sempat dua kali mementahkan dua tembakan secara beruntun. Di laga ini Indonesia menang dengan skor 3-1.

 

Namun, penampilan gemilang Satri di bawah mistar tak berbanding lurus dengan pencapaian klubnya di Liga 1. Dalam tiga laga terakhir, Gresik United sudah kemasukan 15 gol tanpa mencetak satupun gol. Alhasil, Gersik United sampai saat ini harus menjadi juru kunci klasemen dengan raihan tujuh poin dari 21 laga.

 

“Jelas, kami sangat, sangat kehilangan dia. Tapi, karena ini urusan timnas ya mau tidak mau harus mengerti,” kata pelatih Gresik United, Hanaf.

 

“Kalau kondisi dia sudah siap, mungkin akan langsung jadi starter (pertandingan Gresik selanjutnya). Kami sudah kemasukan 15 gol dari tiga laga. Jadi, kita lihat dulu bagaimana kondisinya setelah pulang,” sambungnya.

 

Permasalahan Gresik United tidak hanya terkait hasil buruk di Liga 1. Sejauh ini para pemain dan staf pelatih dikabarkan belum mendapat gaji selama dua bulan. Namun, Hanafi berpesan seharusnya masalah tersebut tak berpengaruh dengan penampilan.

 

“Pengaruh pasti ada, tapi anak-anak harus profesional. Perkara tersebut masih tetap diurus, harusnya itu (masalah gaji) jangan dikaitkan dengan pertandingan, yang baik seperti itu. Satu bulan sudah (dibayar), satunya lagi tinggal jatuh temponya saja,” katanya.

judi poker bola online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*